Selamat datang Siswa-siswi Baru di Yayasan Nurussyamsi

Mukadimah

Bismillah, teriring do'a Ikhwah semoga kita senantiasa dalam ketaatan dan menetapi jalan kebenaran dijalan Allah 'azza wa jalla dan RasulNya

Dari Al Aghar bin Yasar Al Muzanniy radhiyallahu 'anhu, ia berkata : "Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Wahai manusia, Bertaubatlah kalian kepada Allah ta'ala dan mohonlah ampun kepadaNya, sesungguhnya saya bertaubat seratus kali setiap hari." (HR. Muslim)

Wahai saudara marilah kita membiasakan dan berusaha untuk selalu bertaubat kepada Allah ta'ala setiap hari, setiap saat, setiap waktu, Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri beliau seorang yang dijaga dari dosa dan diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang oleh Allah ta'ala, beliau sendiri merasa takut sekali kepadaNya, lalu bagaimana dengan kita ? Kita berdoa kepada Allah ta'ala agar kita dijaga dari perbuatan dosa dan dijadikan kita semua termasuk kedalam golongan hamba-hambaNya yang ikhlas bertaubat kepadaNya. أمين Allahu musta'an

Kata Mutiara

QS Al-Baqarah : 45

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

Kata Mutiara

Hari kemarin adalah mimpi dan hari esok adalah visi, jangan jadikan hari kemaren sebagai sebuah penyesalan dan jangan pula menatap hari esok dengan ketakutan.
Kita selalu berharap pengalaman kemarin selalu bisa bermanfaat hari ini dan rencana hari ini bisa berguna esok hari.
Semua itu adalah harapan dan harapan adalah bagian dari doa.
Sama seperti doa, tidak semua harapan terwujud dengan nyata dan hal tersebut tidak perlu menjadikan kita berhenti untuk berharap.

Jumat, 23 Oktober 2009

Puisi Patah Hati


Tak akan lagi aku sanggup
Mengepak sayap mengitari bumi
Menyibak kabut di pagi
Sungguh aku tak akan sanggup
Walau hanya memandang dunia

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dirangka sayapku yang patah
Melawan badai tadi siang

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dihati yang tersayat oleh rasa
Melawan benci diruang cinta

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dijantung yang tertusuk duri
Hingga aku tiada tersadar lagi
Bahwa aku telah mati

Kupersembahkan puisi ini kepada Dia yang mengajari aku tentang cinta
Yang mengajari aku tentang kebencian
Yang mengajariku tentang arti hidup

5 komentar:

ALUMNI BASKARA TAHUN 2008/2009 mengatakan...

BWT PARA GURU :

kalau bisa khususnya buat gedung baskara lantai 2 & 3 kasih ruang guru ....coz kelas kelas kosong atau kelas yang ada di pojok suka di jadikan tempat para murid baskara untuk meroko...dogiee...nokiiiip.....mohon di berantas ya pak..kalau yayasan nurussyamsyi mau maju....& gak mau anak didikan nya amburadul......
Buat pak Nengsan ........ diet donk perut udah kaya orang hamil....mau ikutin doraemon ya..punya kantong ajaib...hehehehehehe...kidiiiink...

ALUMNI BASKARA 2003 mengatakan...

kok cuma ada IZZATA sama STIE FAJAR doang, Baskara,fajar,smu Muhammadiyahnya mana. sekalian dong buat komunitas anak2 nurusyamsi

Andri mengatakan...

Sebenarnya blog ini sudah mewakili semua komunitas nurussyams, jadi anak baskara, Doski, dll boleh aja gabung disini... kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman disini. terima kasih

didi alumni 2001 mengatakan...

kok STM baskaranya ga ada
tambahin dong

Andri mengatakan...

searang smk baskara sudah ada web sendiri tinggal klik aja di atas langusng deh masuk ke homepage smk baskara ok coy