Selamat datang Siswa-siswi Baru di Yayasan Nurussyamsi

Mukadimah

Bismillah, teriring do'a Ikhwah semoga kita senantiasa dalam ketaatan dan menetapi jalan kebenaran dijalan Allah 'azza wa jalla dan RasulNya

Dari Al Aghar bin Yasar Al Muzanniy radhiyallahu 'anhu, ia berkata : "Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Wahai manusia, Bertaubatlah kalian kepada Allah ta'ala dan mohonlah ampun kepadaNya, sesungguhnya saya bertaubat seratus kali setiap hari." (HR. Muslim)

Wahai saudara marilah kita membiasakan dan berusaha untuk selalu bertaubat kepada Allah ta'ala setiap hari, setiap saat, setiap waktu, Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri beliau seorang yang dijaga dari dosa dan diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang oleh Allah ta'ala, beliau sendiri merasa takut sekali kepadaNya, lalu bagaimana dengan kita ? Kita berdoa kepada Allah ta'ala agar kita dijaga dari perbuatan dosa dan dijadikan kita semua termasuk kedalam golongan hamba-hambaNya yang ikhlas bertaubat kepadaNya. أمين Allahu musta'an

Kata Mutiara

QS Al-Baqarah : 45

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

Kata Mutiara

Hari kemarin adalah mimpi dan hari esok adalah visi, jangan jadikan hari kemaren sebagai sebuah penyesalan dan jangan pula menatap hari esok dengan ketakutan.
Kita selalu berharap pengalaman kemarin selalu bisa bermanfaat hari ini dan rencana hari ini bisa berguna esok hari.
Semua itu adalah harapan dan harapan adalah bagian dari doa.
Sama seperti doa, tidak semua harapan terwujud dengan nyata dan hal tersebut tidak perlu menjadikan kita berhenti untuk berharap.

Kamis, 17 Desember 2009

Hati yang bersih

Hati yang bersih

Dalam sebuah hadits dikisahkan, bahwa hati setiap orang semulanya adalah bersih. Setiap ada perbuatan dosa, maka akan terdapat setitik noda hitam pada hatinya.
Dan, setitik noda hitam itu akan menjadi banyak jika perbuatan dosa sering kali dilakukan.
Semakin seringnya berbuat dosa, semakin banyak titik-titik noda. Lama kelamaan, seluruh permukaan hati akan tertutupi oleh noda hitam.
Jika hati sudah tertutup oleh noda hitam, maka hati kita tidak akan dapat lagi menghalau segala perbuatan dosa, karena cahaya kebenaran di dalam hati sudah tidak mucul lagi.

Benar jika ada yang mengatakan, bahwa Hati diibaratkan sama dengan Cermin. Jika cermin yang berdebu segera dibersihkan, insyaAllah akan memantulkan cahaya yang sebenarnya. Kalau baik akan memantulkan kebaikan, jika jelek juga akan memantulkan kejelekan.
Namun, jika cermin yang berdebu dibiarkan sampai menutup seluruh permukaan sinarnya, maka cahaya yang dipantulkannya pun bisa saja salah.
Semisal, Kita sudah berdandan dengan busana yang serasi, namun yang terlihat bisa jadi jelek. Demikian juga sebaliknya, berdandan dengan busana yang tidak serasi yang dipantulkan malah baik. Hal tersebut dikarenakan cermin sudah tidak dapat memantulkan cahayanya dengan benar.
Nah, jadi nggak beda deh dengan hati.

Sebenarnya, untuk menjaga hati agar tetap bersih dan tidak cenderung mengarah pada kesesatan, Allah SWT telah menuntun kita sebagai umat Islam untuk senantiasa melafadzkan do'a ;
" Rabbana la tuzigh quluu bana ba'da idz hadaitana wa hablana min la dunka rahmah innaka antalwahhab ".
(Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan, sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia).

Atau, jika merasa do'a tersebut terlalu panjang untuk diingat, dengan kemurahan Allah SWT, hati tersebut dapat dibersihkan kembali dengan selalu ber " Istighfar ".

Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya hati itu mempunyai kotoran seperti kotoran pada kuningan, dan pembersihnya adalah Istighfar " [HR Baihaqi]

Maksudnya, dengan bertaubat tidak mengulangi perbuatan dosa yang sama dan memohon ampunan dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Bahkan Allah menjanjikan memberinya ampunan dan sorga yang luasnya seluas langit dan bumi. [QS Ali Imran 3:133].

Salam,

Andri

0 komentar: