Bismillah, teriring do'a Ikhwah semoga kita senantiasa dalam ketaatan dan menetapi jalan kebenaran dijalan Allah 'azza wa jalla dan RasulNya
Dari Al Aghar bin Yasar Al Muzanniy radhiyallahu 'anhu, ia berkata : "Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Wahai manusia, Bertaubatlah kalian kepada Allah ta'ala dan mohonlah ampun kepadaNya, sesungguhnya saya bertaubat seratus kali setiap hari." (HR. Muslim)
Wahai saudara marilah kita membiasakan dan berusaha untuk selalu bertaubat kepada Allah ta'ala setiap hari, setiap saat, setiap waktu, Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri beliau seorang yang dijaga dari dosa dan diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang oleh Allah ta'ala, beliau sendiri merasa takut sekali kepadaNya, lalu bagaimana dengan kita ? Kita berdoa kepada Allah ta'ala agar kita dijaga dari perbuatan dosa dan dijadikan kita semua termasuk kedalam golongan hamba-hambaNya yang ikhlas bertaubat kepadaNya. أمين Allahu musta'an
Kata Mutiara
QS Al-Baqarah : 45
Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
Kata Mutiara
Hari kemarin adalah mimpi dan hari esok adalah visi, jangan jadikan hari kemaren sebagai sebuah penyesalan dan jangan pula menatap hari esok dengan ketakutan. Kita selalu berharap pengalaman kemarin selalu bisa bermanfaat hari ini dan rencana hari ini bisa berguna esok hari. Semua itu adalah harapan dan harapan adalah bagian dari doa. Sama seperti doa, tidak semua harapan terwujud dengan nyata dan hal tersebut tidak perlu menjadikan kita berhenti untuk berharap.
Tak akan lagi aku sanggup Mengepak sayap mengitari bumi Menyibak kabut di pagi Sungguh aku tak akan sanggup Walau hanya memandang dunia
Sebab badan ini Menanggung sakit tiada bertabib Menanggung lara tiada pelipur Dirangka sayapku yang patah Melawan badai tadi siang
Sebab badan ini Menanggung sakit tiada bertabib Menanggung lara tiada pelipur Dihati yang tersayat oleh rasa Melawan benci diruang cinta
Sebab badan ini Menanggung sakit tiada bertabib Menanggung lara tiada pelipur Dijantung yang tertusuk duri Hingga aku tiada tersadar lagi Bahwa aku telah mati
Kupersembahkan puisi ini kepada Dia yang mengajari aku tentang cinta Yang mengajari aku tentang kebencian Yang mengajariku tentang arti hidup